Meimonews.com – Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting St. Theresia Stasi Benedictus Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen menggelar Signum Fidei Community Service (aksi nyata atau pengabdian yang dilakukan sebagai perwujudan iman).
Kegiatan yang diadakan di kompleks gedung gereja stasi yang sementara dalam pembangunan, Sabtu (28/2/2026) ini didukung Kaum Ibu Katolik (KIK) Sta. Beatrice Da Silva yang diketuai Conny Wewengkang dan Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Petrus Stasi Benedictus yang diketuai John Mangundap dan diikuti ratusan umat stasi.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wujud nyata implementasi semangat Aksi Piasa Pembangunan (APP) tahun 2026 ini berbentuk pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian bibit pohon dan buah gratis.

Hadir pada acara pembukaan di antaranya Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Pastor Noldy Karamoy Pr, Pastor Rekan Pastor Siprianus Moto Pr, Ketua WKRI Sta. Theresia Steify Mariane Sepang dan Koordinator Signum Fidei Indonesia Unika De La Salle Manado Noula Josefine Mokorimban, Ketua Stasi Maria Sengkey serta pengurus KIK dan KBK Stasi Benedictus.
Turut melihat pelaksanaan kegiatan ini Rektor Seminari St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr.
Umat terlihat berbondong-bondong ke lokasi ketika mendapat/memgetahui adanya informasi adanya kegiatan ini. Sejumlah orang lanjut usia (lansia) kendatipun berjalan tertatih-tatih antusias ingin memanfaatkan kesempatan ini.
Demikian pula, banyak umat/warga yang ingin mendapatkam bibit pohon dan buah berdatangan untuk mendapatkannya karena gratis.

Pemeriksaan kesehatan di antaranya pemeriksaan gula darah, kolestrol, asam urat, mata dan fisioterpi.
Bibit yang diberikan, yang diserahkan secara simbolis oleh Pastor Moto, adalah advokat, pala, sirsak, mahoni, rambutan, kopi, jabon putih, kemiri, aren dan pala.
Kepada Meimonews.com di sela kegiatan, Pastor Karamoy mengapresiasi kegiatan yang diadakan di momen Prapaskah ini dan berterima kasih kepada Pimpinan Unika De La Salle Manado dan Pimpinan WKRI Ranting Sta. Theresia serta pimpinan organisasi yang mendukung kegiatan ini
“Saya senang dan bersyukur atas pelaksanaan kegatan ini yakni pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian bibit pohon dan buah secara gratis,” ujarnya.
Pelaksanaan fisioterapi sangat bermafaat karena langsung dirasakan dan terlihat hasilnya. “Saya merasakan langsung manfaat kegiatan fisioterapi ini karena difisioterapi oleh terapis profesional,” ujar Pastor Karamoy.
Pemberian bibit pohon dan buah gratis ini, menurutnya, akan memiliki dampak positif bagi kelestarian lingkungan, sejalan dengan ensiklik Laudato Si’ (Terpujilah Engkau).
Diketahui, Laodato Si adalah ensiklik kedua Paus Fransiskus yang diterbitkan pada 2015, berfokus pada ekologi integral dan kepedulian terhadap bumi sebagai “rumah kita bersama”.
Dokumen ini mengkritik konsumerisme, pembangunan merusak, serta mengajak “pertobatan ekologis” global untuk mengatasi perubahan iklim.
Yuke Keles, salah satu penerima manfaat pemeriksaan kesehatan gratis yang tinggal di Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. “Bagus. Senang. Terima kasih karena saya bisa mendapat pemeriksaan kesehatan gratis. Ada dapa kacamata gratis juga,” ujarnya kepada Meimomews.com, usai pemeriksaan.
Hal senada disampaikan Olwin Pongai, warga Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 yang memanfaatkan kesempatan untuk fisioterapi.
“Setelah tangan saya diterapi, kebas-kebas tangan saya mulai hilangm Jari-jari tangan saya mulai bergerak lancar. Mulai terasa enak,” ujarnya.
Toni Lepar, warga Kelurahan Kakaskasen Lingkungan 1 yang menerima bibit gratis senan dan berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. “Terima kasih atas pemberian bibir gratis ini,” ujarnya. (lex)